Kesendirian Yang Panjang

 Kesendirian, siapa yang tak kenal makna dari kata tersebut. Kesendirian bagiku adalah hal yang sangat menyiksa batin dan perasaan ini. Sudah sangat lama sekali aku merasakan perihnya kesendirian ini tanpa adanya seorang kekasih yang selalu ada di saat suka dan duka ku. Jujur saja aku merasa sangat frustasi sekian lama tidak ada yang perhatian lebih selain orang tua dan keluargaku. Memang benar, aku masih memiliki banyak teman yang ada menemani hari hari ku, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, meski teman banyak namun teman tetaplah teman bukan kekasih hati, makadari itu meski raga ini merasa senang namun hati tetaplah kkurang bahagia.
Dulu aku juga pernah memiliki Seorang kekasih yang aku sayangi, namun sekarang yang ada hanyalah angan angan saja dan status pun hanyalah seorang mantan. Dulu pernah ada seseorang yang aku kagumi disaat aku masih sekolah, aku sangat tertarik padanya sampai-sapai aku merasakan jatuh cinta, dan cita itu juga datang tidak sengaja awalnya ya aku dengannya selalu bersama saat di sekolah maupun diluar sekolah, dia orangnya berprestasi sedangkan aku hanya biasa biasa saja, maka dari itu akupun berusaha menjadi orang yang berprestasi juga agar bisa selalu bersamanya. seiring berjalannya waktu banyka yang mengosipkan aku jadian dengan nya dan ada juga yang bilang kita pacaran, namun kenyataannya itu semua tidaklah benar, meski hanya gosip waktu itu aku sangatlah senang karena dia pun tidak marah melaikan tersenyum mendengar gosip palsu itu. Jujur saat itu aku sangat menyayanginya seperti kekasihku sendiri, ingin sekali aku memilikinya, tidak seperti biasanya menembak/mendapatkan hati seseorang itu bukan hal yang sulit bagiku dulu, namun ketika berhadapan dengan dia rasa rasa nya menyebut kata Cinta sangat-sangatlah sulit untuk disampaikan kepadanya, aku selalu berfikir levelku jauh dibawah rata ratanya, menurutku aku biasa saja tapi dia jauh di atasku. Aku menyesal tidak pernah mencoba mengungkapkan perasaanku sama sekali kepadanya sampai pada akhirnya dia tidak pernah memikirkanku lagi, aku merasa lemah, bodoh, dan aku selalu memaki diriku sendiri karna aku takut kehilangannya, dan hal yang paling aku sesali dan sangat menyakitkan hatiku iyalah saat ku dengar dan kuterima surat udnangan dari temannya yang menyatakan bahwa dia akan menikah dengan orang lain. sungguh lemas diri ini memaksa wajahku untuk tersenyum menerima udangan yang di kirim oleh temannya. tapi aku harus tegar, mungkin ini memang suratan takdir yang menyatakan dia bukanlah jodohku.

 Sendiri lagi, bertahun tahun aku sendiri, banyak teman teman seangkatanku kini mulai menikah, banyak teman temanku yang sudah punya pacar/kekasih, aku merasa apakah aku ini jelek? apakah aku ini kurang menarik? atau mungkin aku mendapakan suatu karma? yah,,, mungkin semua itu benar, dulu aku sering menyianyiakan pacarku sendiri, mudah bosan, dan agak sombong sedikit... aku sadari itu, dan sekarang aku hanyalah orang yang tidak di sayangi oleh siapapun kecuali keluargaku senndiri, tapi aku bersyukur masih punya keluarga yang lengkap, dan aku mulai berfikir sebaiknya aku memfokuskan diri untuk bekerja dan berkarya dengan baik sampai pada akhirnya aku siap untuk menikah, mumpung masih muda jalanku masih panjang, aku tidak boleh menyerah dan prustasi cuma karena status jombloku.

 Aku selalu mencoba mendekati seorang wanita, namun lagi lagi pacar orang, apakah wanita cantik yang ada di dunia ini  sudah punya pacar semua? terus yang jomblo gimana?
Sedih banget hidup tanpa pacar, tanpa seseorang yang bisa memberi semangat, memberi energi dan memberi kegembiraan disaat aku sendiri. apakah kesendirian ini akan selamanya? aku harap tidak, karena sesunguhnya jodoh sudah ada di tangan Tuhan. yang aku buuhkan hanyalah percaya kepada-Nya.
Jangan jadikan ini menjadi kesendirian yang panjang untuk aku lalui.

0 komentar:

Poskan Komentar